Optimasi Material Inti Waveguide Optik Berbasis Expanded Polystyrene (EPS) dan Unsaturated Polyester Resin (UPR)
DOI:
https://doi.org/10.35895/rf.v6i1.43Kata Kunci:
waveguide, Expanded Polystyrene, Unsaturated Polyester ResinAbstrak
Waveguide digunakan secara luas dalam sistem optik karena strukturnya yang kuat, ringan, dan mampu memandu cahaya dalam bentuk chip. Sebagai material inti waveguide, Unsaturated Polyester Resin (UPR) dan polystyrene (PS) telah banyak diteliti. Namun, UPR menghasilkan rugi daya yang relatif tinggi, yaitu sekitar 7,89 dB hingga 13,85 dB. Sementara itu, waveguide berbahan Expanded Polystyrene (EPS) memiliki rugi daya lebih rendah, namun proses fabrikasi yang lebih lama. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, telah dilakukan optimasi material inti waveguide dengan mengkombinasikan EPS dan UPR untuk menurunkan waktu fabrikasi dan rugi daya. Fabrikasi waveguide dilakukan dengan memahat polymethilmethaacrylate (PMMA) sebagai substrat dibagian tengah menggunakan mesin pahat computer numerical control (CNC) dengan ukuran melintang 1×1 mm2. Selanjutnya, bagian PMMA yang telah dipahat diisi dengan material inti. Pada kedua ujung lembar PMMA dipasangkan polymer optical fiber (POF) sebagai media untuk menghubungkan waveguide dengan sumber cahaya dan detektor. Sebagai selubung atas, digunakan PMMA yang tidak dipahat. Enam variasi konsentrasi EPS dan UPR telah digunakan. Karakterisasi dilakukan dengan cara melewatkan cahaya LED berwarna merah dengan panjang gelombang 660 nm ke dalam waveguide. Pengukuran tegangan keluaran pada waveguide dilakukan menggunakan detektor fotodioda yang disambungkan dengan multimeter. ada campuran EPS dan UPR terjadi pergeseran serta penurunan intensitas puncak, dengan munculnya puncak baru di sekitar 1700 cm⁻¹ (C=O) dan 1100–1300 cm⁻¹ (C–O), menandakan interaksi kimia antar material. Korelasi menunjukkan semakin tinggi konsentrasi UPR, waktu pengeringan semakin singkat (r = 0,9767) namun rugi daya meningkat (r = 0,969).
Referensi
Bahtiar, A., & Kurniawati, Y. (n.d.). Efek jenis pelarut pada sifat optiko-morfologi, loss dari pandu permukaan dan koefisien waveguide. Jurnal Optoelektronika dan Aplikasinya, 4(1), 2–6.
Du, W., & Zhao, F. (2014). Surface plasmon resonance based silicon carbide optical waveguide sensor. Materials Letters, 115, 92–95. https://doi.org/10.1016/j.matlet.2013.10.035
Hidayati, Y., & Rohedi, A. (2013). Sensor temperatur menggunakan pandu gelombang slab berbahan polymethyl methacrylate (PMMA) sebagai hasil fabrikasi dengan metode spin coating. Jurnal Fisika dan Aplikasinya, 2(1), B59–B62.
Ismail, M. M., & Zainudin, M. N. S. (2011). Numerical method approaches in optical waveguide modeling. Applied Mechanics and Materials, 52–54, 2133–2137. https://doi.org/10.4028/www.scientific.net/AMM.52-54.2133
Ismanto, T., & Alaydrus, M. (2013). Perancangan transisi koaksial ke waveguide WG8. Jurnal Ilmiah Elektro dan Telekomunikasi, 4(2), 36–43.
Jiang, L., Yang, J., Wang, S., Li, B., & Wang, M. (2011). Fiber Mach-Zehnder interferometer based on microcavities for high-temperature sensing with high sensitivity. Optics Letters, 36(19), 3750–3752.
Kumar, D., Anandan, R., & Ekanthamoorthy, J. (2015). Advances in dental-PMMA based artificial teeth through rapid prototyping technology. Biomedical Research, 26(Special Issue), S6–S8.
Kurniansyah, K. E. (2019). Fabrikasi dan karakterisasi buried waveguide menggunakan polymethyl methacrylate untuk operasi pada daerah cahaya tampak [Skripsi Sarjana, Universitas Negeri Semarang].
Mahmudin, D., & Wijayanto, N. (n.d.). Pemandu gelombang optik polimer pada substrat silikon dioksida untuk panjang gelombang 1,55 µm. Jurnal Fotonik, 2(1), 18–23.
Mathews, A. J. (2014). Object-based spatiotemporal analysis of vine canopy vigor using an inexpensive unmanned aerial vehicle remote sensing system. Journal of Applied Remote Sensing, 8(1), 085199. https://doi.org/10.1117/1.jrs.8.085199.
Prajzler, V., Maštera, R., & Jeřábek, V. (2014). Large core planar 1×2 optical power splitter with acrylate and epoxy resin waveguides on polydimethylsiloxane substrate. Proceedings of the Czech Technical University in Prague, 4(1), 29–33.
Sanjaya, E. (2012). Fabrikasi dan karakterisasi film tipis polystyrene untuk aplikasi gelombang planar [Skripsi Sarjana, Universitas Negeri Semarang].
Siyu, E., Zhang, Y., & Zhao, Y. (2019). Fiber optic surface plasmon resonance temperature sensor based on hollow core fiber. Fourier Transform Spectroscopy, JTh2A–10.
Woyessa, G., Nielsen, K., Stefani, A., Markos, C., & Bang, O. (2016). Temperature insensitive hysteresis-free highly sensitive polymer optical fiber Bragg grating humidity sensor. Optics Express, 24(2), 1206–1213. https://doi.org/10.1364/OE.24.001206.
Yulianti, I., Ngurah Made, D. P., Lestiyanti, Y., & Kurdi, O. (2018). Optimization of ridge waveguide structure for temperature sensor application using finite difference method. MATEC Web of Conferences, 159, 02020. https://doi.org/10.1051/matecconf/201815902020
Zhang, H., Zhang, G., Li, J., Fan, X., Jing, Z., Li, J., & Shi, X. (2017). Lightweight, multifunctional microcellular PMMA/Fe₃O₄@MWCNTs nanocomposite foams with efficient electromagnetic interference shielding. Composites Part A: Applied Science and Manufacturing, 100, 128–138. https://doi.org/10.1016/j.compositesa.2017.05.009

