Pengembangan Alat Ukur Indeks Bias Menggunakan Prisma Berongga dari Lembaran Kaca Komersial Biasa dan Laser He-Ne untuk Pengujian Kualitas Minyak Goreng

Nasrullah Idris, Sarina, Maswati, Devi Susilayani

Sari


Prisma berongga telah dibuat dari lembaran kaca komersial biasa sebagai instrumen optik sederhana dan murah untuk penentuan secara cepat kualitas minyak goreng dengan pengukuran indeks biasnya. Dimensi lembaran kaca komersial tersebut yang dijadikan sisi-sisi prisma tersebut adalah 10 cm × 10 cm dengan ketebalan 5 cm.  Pengukuran indeks bias minyak goreng dilakukan dengan memasukkan sampel minyak goreng ke dalam rongga prisma tersebut, kemudian dilewatkan berkas cahaya helium neon (He-Ne) dan diukur sudut deviasi berkas laser tersebut setelah lewat melalui prisma berongga tersebut. Indeks bias minyak goreng kemudian dihitung menggunakan besarnya sudut deviasi hasil pengukuran dan sudut apit prisma tersebut.  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 jenis, yaitu minyak goreng kualitas baik (minyak baru) dan minyak goreng kualitas rendah (minyak bekas pakai). Ditemukan bahwa indeks bias minyak goreng kualitas bagus (minyak goreng baru) adalah 1,5054. Sebagai pembanding, pengukuran indeks bias juga dilakukan untuk sampel air terdistilasi (aquades) dan ditemukan bahwa hasil pengukuran menggunakan prisma berongga yang dibuat dari kaca komersial biasa ini sangat dekat dengan hasil pengukuran menggunakan refraktometer Abbe. Ini menunjukkan bahwa indeks bias minyak goreng dapat diukur menggunakan prisma berongga yang dibuat dari kaca komersial biasa dengan akurasi yang relatif tinggi. Selanjutnya, telah ditemukan juga bahwa indeks bias minyak goreng kualitas rendah (bekas pakai) meningkat seiring meningkatnya frekuensi pemakaiannya, di mana minyak goreng yang telah dipakai tiga kali indeks biasnya adalah 1,5402. Hasil pengukuran indeks bias ini memperlihatkan bahwa indeks bias minyak goreng kualitas bagus (minyak baru) lebih rendah dibandingkan indeks bias minyak goreng kualitas rendah (minyak bekas pakai). Hal ini menyiratkan bahwa indeks bias minyak goreng semakin meningkat seiring penurunan kualitas minyak goreng sehingga dapat dikatakan bahwa indeks bias adalah sifat optik yang representatif untuk menyatakan kualitas minyak goreng. Hasil penerapan awal ini membuktikan prisma berongga yang dibuat dari lembaran kaca komersial biasa ini dapat digunakan sebagai instrumen optik sederhana untuk pengukuran secara cepat, murah, dan akurat indeks bias minyak goreng guna penentuan kualitasnya.

Kata kunci: prisma berongga, kaca komersial, indeks bias, kualitas minyak goreng, laser He-Ne


Teks Lengkap:

pdf

Referensi


Ayutaningwarno dan Fitriyono. 2012. Pengolahan dan Aplikasi Minyak Sawit Merah Pada Industri Pangan. Vitasphere. Vol 2.1-11

Khomsan, A. 2010. Pangan Dan Gizi Untuk Kesehatan, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada.

Ayu, D. F., dan Hamzah, F. H. 2010. Evaluasi Sifat Fisiko-Kimia Minyak Goreng yang Digunakan oleh Pedagang Makanan Jajanan di Kecamatan Tampan Kota Pekan Baru. SAGU, Algricultural Science and Technology Journal. Vol. 9 (1): 4-14

Dewi, M. T. I. dan N. Hidajati. 2012. Peningkatan Mutu Minyak Goreng Curah Menggunakan Adsorben Bentonit Teraktivasi. UNESA Journal of Chemistry, 1, 47-53.

Zulkarnain, E., Suyuthie, H., Yerizal, E., dan Sulastri, D. 2011. Pengaruh pemanasan terhadap kejenuhan asam lemak minyak goreng sawit dan minyak goreng jagung, J. Indo. Med. Assoc. Vol. 61 (6), hal. 248 – 252

Gunawan, dan A. Rahayu. 2003. Analisis Pangan: Penentuan Angka Peroksida dan Asam Lemak Bebas Pada Minyak Kedelai Dengan Variasi Menggoreng. JSKA, VI.

Suirta, I., 2007, Preparasi Biodiesel dari Minyak Jelantah Kelapa Sawit, Journal of Chemistry Universitas Udayana, Bali

Tanaka, T., Kohno, H., dan Mori, H. 2001, Cemoprevention of Colon Carcinogenis by Dietery Non-Nutritive Compounds, Asian Pacific Journal of Cancer. Vol. 2 (3): 165-177.

Ketaren, S. 2005. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. UI-Press. Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional. 2002. Minyak Goreng SNI 01-3741-2002. Dewan Standarisasi. Jakarta.

Supriyadi, Misto, dan Y. Hartanti, Pengukuran Indeks Bias Minyak Kelapa Sawit dengan Menggunakan Metode Difraksi Fraunhofer Celah Tungga. 2014. Jurnal ILMU DASAR, Vol. 15 (2) : 97-101

Nita Noriko, Dewi Elfidasari, Analekta Tiara Perdana, Ninditasya Wulandari, Widhi Wijayanti, 2012. Analisis dan Penggunaan Syarat Mutu Minyak Goreng pada Penjaja Makanan di Food Court UAI. Jurnal Al–Azhar Indonesia Seri Sains dan Teknologi. Vol.1 (3) : 147 – 154.

Mujadin, A. 2014. Pengujian Kualitas Minyak Goreng Berulang Menggunakan Metode Uji Viskositas dan Perubahan Fisis. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains dan Teknologi.

Sutiah, K., S. Firdausi, dan Budi, W. S. 2008. Studi Kualitas Minyak Goreng Dengan Parameter Viskositas dan Indeks Bias. Berkala Fisika, 11, 53-58.

Yunus, W. M. M., Y.W. Fen and M.Y. Lim. 2009. Refractive Index and Fourier Transform Infrared Spectra of Virgin Coconut Oil and Virgin Olive Oil. American Journal of Applied Sciences 6 (2): 328-331.

Siagian, H. 2004. Pemanfaatan Interferometer Michelson dalam Menentukan Karakteristik Parameter Fisis Zat Cair. Jurnal Penelitian “SAINTIKA” 4 (2): 127-132.

Govindan, G. and S.G. Raj. 2009. Measurement of Refractive Index of Liquids using Fiber Optic Displacement Sensors. Journal of American Sciences 5: 13-17.

Winarno, F. G., Kimia Pangan dan Gizi, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2004.

Ketaren, S., Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Jakarta: UI Press, 1986.

Widayat, Suherman dan K. Haryani, 2006. Optimasi Proses Adsorbsi Minyak Goreng Bekas Dengan Adsorbent Zeolit alam: Studi Pengurangan Bilangan Asam. Jurnal Teknik Gelagar, 17, 77 – 82.

Sackheim, J. I. and D. D. Lehman, Chemistry for the Health Sciences, 5th ed., Macmillan Publisher Company, 1995.

Brewster, S. D., Optics, Vol. 7, 1829.

Southall, P.C. J, Mirrors, Prisms and Lenses (A Text-Book of Geometrical Optic), New York . The Mac Millan Company, 1933.

Guenther, R. D., Modern Optics, Wiley New York, 1990.

Singh, S., Refractive Index Measurement and its Applications, Physica Scripta, 65(2), 2002.

Khodier, S. A., Refractive index of standard oils as a function of wavelength and temperature, Optics & Laser Technology, Vol. 34 (2), 2002, 125–128.

Synowickia, R. A., Greg K. Pribil, Gerry Cooney, Craig M. Herzinger, and Steven E. Green, 2004, Fluid refractive index measurements using rough surface and prism minimum deviation techniques, Journal of Vacuum Science & Technology B, Nanotechnology and Microelectronics: Materials, Processing, Measurement, and Phenomena 22, 3450.

Mahmood bin Mat Yunus, W. and Azizan bin Abdul Rahman, 1988, Refractive index of solutions at high concentrations, Applied Optics 27 (16), pp. 3341-3343.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.