Proses Torefaksi Untuk Meningkatkan Nilai Kalor Cangkang Sawit dengan Metode COMB

Komang Gde Suastika, Karelius Karelius, Made Dirgantara, Nyahu Rumbang

Sari


Abstrak – Indonesia merupakan negara produsen dan eksportir kelapa sawit terbesar di dunia, yang menghasilkan limbah biomassa yang melimpah. Pemanfaatan limbah hasil industri kelapa sawit menjadi bahan bakar dengan modifikasi termokimia dapat menjadi salah satu solusi untuk membuat nilai tambah dari limbah tersebut. Berdasarkan tinjauan dan penelitian terdahulu, cangkang kelapa sawit merupakan bahan baku yang baik untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar berbasis biomassa. Pada penelitian ini dilakukan proses torefaksi cangkang sawit dengan ukuran lolos ayakan 0,5 cm kemudian diuji nilai kalor sebelum dan setelah torefaksi. Torefaksi cangkang sawit dengan menggunakan metode COMB (Counter Flow Multi-Buffle) pada suhu 250 °C dan flowrate 4 cm3/menit meningkatkan nilai kalor sebesar 824,43 cal/g dengan nilai sebelum dan setelah torefaksi sebesar 4018,78 cal/g dan 4843,21 cal/g. Dibandingkan dengan metode batch pada penelitian sebelumnya nilai kalori yang dihasilkan tidak berbeda jauh. Keunggulan metode COMB adalah waktu prosesnya yang singkat yakni sebesar 5 menit, sedangkan metode batch memerlukan waktu 15-60 menit, sehingga kebutuhan energi untuk prosesnya lebih besar.

Kata kunci: bahan bakar, cangkang sawit, counter flow multi-buffle, nilai kalori, torefaksi

Kata Kunci


cangkang sawit; nilai kalor; torefaksi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


BPS, “Badan Pusat Statistik,” [daring] tersedia pada:https://www.bps.go.id/dynamictable/2015/09/04/839/produksi-tanaman-perkebunan-menurut-propinsi-dan-jenis-tanaman-indonesia-000-ton-2012-2017-.html, diakses: 05-Mar-2019.

A. H. R. Aljuboori, “Oil Palm Biomass Residue In Malaysia : Availability and Sustainability,” Int. J. Biomass Renew. 2 (2017) 13–18.

Y. Pratama, Z. Helwani, dan K. Komalasari, “Pembuatan Briket Pelepah Sawit Menggunakan Proses Torefaksi pada Variasi Tekanan dan Penambahan Perekat Tapioka,” J. Online Mhs. Fak. Tek. Univ. Riau 4 (2017) 1–6.

T. Thaim dan R. A. Rasid, “Improvement Empty Fruit Bunch Properties through Torrefaction,” Aust. J. Basic Appl. Sci. 10 (2016) 114-121.

M. A. Sukiran, F. Abnisa, W. M. A. Wan Daud, N. Abu Bakar, dan S. K. Loh, “A review of torrefaction of oil palm solid wastes for biofuel production,” Energy Convers. Manag. 149(2017)101–120.

R. Fauzianto, “Implementation of Bioenergy from Palm Oil Waste in Indonesia,” J. Sustain. Dev. Stud. 5 (2014) 100–115.

Y.-C. Chen, W.-H. Chen, B.-J. Lin, J.-S. Chang, dan H. C. Ong, “Fuel Property Variation of Biomass Undergoing Torrefaction,” Energy Procedia 105(2017) 108–112.

A. Perna, M. Minutillo, S. P. Cicconardi, E. Jannelli, dan S. Scarfogliero, “Conventional and Advanced Biomass Gasification Power Plants Designed for Cogeneration Purpose,” Energy Procedia 82 (2015) 687–694.

D. Lu, K. Yoshikawa, M. Fukuhara, D. Xin, dan L. Muhan, “Development of a Noval Ultra-small Biomass Gasification and Power Generation System,” Energy Procedia 142(2017) 291–296.

Q.-V. Bach, Ø. Skreiberg, dan C.-J. Lee, “Process modeling and optimization for torrefaction of forest residues,” Energy 138 (2017) 348–354.

B. Z.c, V. H.j, dan S. D.m.j, “The new method to characterize the gas emissions during torrefaction real-time,” Fuel Process. Technol. 164 (2017) 24–32.

E. Barta-Rajnai dkk., “Effect of Temperature and Duration of Torrefaction on the Thermal Behavior of Stem Wood, Bark, and Stump of Spruce,” Energy Procedia 105 (2017) 551–556.

G. Pahla, F. Ntuli, dan E. Muzenda, “Torrefaction of landfill food waste for possible application in biomass co-firing,” Waste Manag. 71 (2018) 512–520.

H. Mohd Faizal dkk., “Torrefaction of densified mesocarp fibre and palm kernel shell,” Renew. Energy 122 (2018) 419–428.

T. Rubiyanti, W. Hidayat, I. G. Febryano, dan S. Bakri, “Karakterisasi Pelet Kayu Karet (Hevea brasiliensis) Hasil Torefaksi dengan Menggunakan Reaktor Counter-Flow Multi Baffle (COMB),” J. Sylva Lestari (2019) in press.

G. Pahla, T. A. Mamvura, F. Ntuli, dan E. Muzenda, “Energy densification of animal waste lignocellulose biomass and raw biomass,” South Afr. J. Chem. Eng. 24 (2017) 168–175.

T. A. Mamvura, G. Pahla, dan E. Muzenda, “Torrefaction of waste biomass for application in energy production in South Africa,” South Afr. J. Chem. Eng. 25 (2018) 1–12.

L. D. Mafu, H. W. J. P. Neomagus, R. C. Everson, M. Carrier, C. A. Strydom, dan J. R. Bunt, “Structural and chemical modifications of typical South African biomasses during torrefaction,” Bioresour. Technol. 202 (2016) 192–197.

A. A. Jaafar dan M. M. Ahmad, “Torrefaction of Malaysian Palm Kernel Shell into Value-Added Solid Fuels,” International Journal of Chemical and Molecular Engineering 5 (2011) 1106–1109.

R. Ahmad, K. Ismail, M. A. M. Ishak, N. N. Kasim, dan C. Z. A. Abidin, “Pretreatment of palm kernel shell by torre-faction for co-gasification,” dalam Proceeding of 4th IET Clean Energy and Technology Conference (CEAT 2016), Kuala Lumpur, Malaysia, 14-15 November 2016, 1–6.

M. Asadullah, A. M. Adi, N. Suhada, N. H. Malek, M. I. Saringat, dan A. Azdarpour, “Optimization of palm kernel shell torrefaction to produce energy densified bio-coal,” Energy Convers. Manag. 88 (2014) 1086–1093.

A. A. Arisandy dan A. Uzaimi, “Peningkatan Kualitas Batubara Sub Bituminous Menggunakan Minyak Residu di PT. X Samarinda, Kalimantan Timur,” J. Teknol. Miner. FT UNMUL 5(2017) 1-6.

N. A. F. Abdul Samad, N. A. Jamin, dan S. Saleh, “Torrefaction of Municipal Solid Waste in Malaysia,” Energy Procedia 138 (2017) 313–318.




DOI: https://doi.org/10.35895/rf.v3i2.159

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.